Kutemukan secarik kertas yang sudah dilipat-lipat dengan lipatan yang sama sekali tidak rapi dibawah kursi saat menyapu. Saat ku buka … o ternyata ada tulisan Zahra, aku baca bersama suamiku sambil geli menahan tawa kawatir Zahra dengar. Biasanya dia malu dan ngambek kalau ada yang menertawakannya.
Ternyata kertas itu berupa surat yang ditulis Zahra untuk sahabat karibnya yang sudah beberapa bulan berpisah karena pindah rumah. Namanya Dinda, memang kesehariannya mereka berdua tidak bisa terpisahkan … nempel terus seperti perangko biarpun mereka berbeda sekolah. Rupanya Zahra kangen banget dengan sahabatnya itu … sudah beberapa kali atur janji dengan Mama-nya Dinda untuk bertemu tapi selalu gagal karena ada saja acara dadakan.
Surat Zahra untuk Dinda:
Dinda
Dinda, aku seneng sama kamu
Kamu kalau mau sama aku inget aja foto aku ya
Satu pertanyaan lagi semoga kamu baik ya
O iya kamu pengen enggak ketemu adek aku
Adek aku pengen sama kamu dinda
aku juga pengen sama kamu Dinda
Kamu, Adek aku, yang terbaik Dinda
Aku pengen kamu kesini lagi …
waaaaa udahh lama gak update mba…
bunda…….kok bunda nulis cerita zahra sih …..
=====zahra=====
Wahhh jd inget masa anak2 dlu