Sehat dan Cantik … AlaZara (Launching onlineshop-ku www.alazara.com)

Alhamdulillah … akhirnya meluncur juga ke dunia maya onlineshop-ku. Setelah beberapa minggu diobrak-abrik, di tes sana-sini, dengan bangga dan menggelora semangat kami maka launchingpun dimulai.

Berangkat dari pengalaman pribadi dan testimoni dari diri sendiri sebagai owner, maka produk-produk yang kujual adalah hasil ujicoba pribadi. sudah dipastikan hasil akhirnya kan??? Seluruh produk pasti recomendededed … hahaha.

Pengalaman yang membawa berkah ya … mulai dari proses ngecilin badan yang tadinya super jumbo, pengalaman meregenerasi kulit dari wajah sampai badan dan yang paling penting adalah pengalaman me-make over penampilan dengan fashion yang cucok…

Kalau diceritakan satu persatu bisa puanjanggg dan lebarrrr … nah, buat yang penasaran, yuk mulai dengan intip dulu apa sih yang ada di onlineshop-ku, habis itu kita bisa share ya … pengalaman-pengalaman menarik seputar menjadi sehat dan cantik …

MyCollage_36

With Love,

Yeni

owner http://www.alazara.com

Cantik itu Tujuan bukan Pilihan

Ketika ditanya kan pertanyaan kepada setiap wanita “apakah ingin selalu terlihat cantik?”, tentu saja sudah dipastikan jawabannya adalah “YA”. Apapun status mereka, dari latar belakang apa, berasal dari belahan dunia mana, tua maupun muda, miskin maupun kaya, semua akan setuju dengan pernyataan bahwa wanita ingin selalu terlihat cantik.
CANTIK tidak hanya membuat wanita lebih disukai banyak orang, indah dipandang, tetapi lebih dari itu. Satu hal yang begitu mendasar saat wanita terlihat cantik adalah kepercayaan diri muncul seiring sejalan.
Dengan kepercayaan diri itu wanita bisa mengambil peluang-peluang besar dalam hidupnya.
Di sisi lain wanita dengan kepercayaan diri tinggi bisa menggali potensi yang ada dalam dirinya agar bisa bermanfaat untuk orang lain. Ini tujuan sebenarnya, “bermanfaat untuk orang lain”…
Apakah cantik bisa dibuat? Tentu bisa …
Yuk kita belajar bersama…
https://www.facebook.com/pages/Mom-Diet-Indonesia/1470248823189724?ref=hl

True Story “Tidak ada istilah Klo sudah bawaan lahir gemuk, tidak akan bisa langsing sampai kapanpun”

Inilah Gambaran kurang lebih 8 bulan lalu saat berat badanku masih diangka lebih dari 60kg mungkin sekitar 63-64kg. Bahkan sebelum itu pernah memecahkan rekor tertinggi diangka 67kg pada tahun sekitar 2009-2010 saat masih menyandang predikat “ibu menyusui”.
Pada saat berat badan mulai berlebih awalnya biasa saja, tidak ada yang dikhawatirkan … tidak ada protes dari pasangan, selentingan teman- teman dan tetangga yang mengatakan “kok makin subur aja” sama sekali bukan masalah yang berarti. Aku anggap sah-sah saja kok, wong yang lebih besar dari aku juga banyak … mereka juga tidak ada masalah, maka berlanjutlah kebiasaan pola hidup “gak masalah kok badan gemuk” itu sampai bertahun-tahun.
O ya aku memang sudah terbiasa dari kecil dengan berat badan berlebih, apalagi ketika mulai remaja sampai kira2 awal kuliah. Saat itu benar2 sudah pasrah saja dengan bentuk badan yang tidak karuan, pola makan semaunya bahkan yang lebih parah tidak kenal apa itu “olahraga” … Huh jauh-jauh deh dengan kata itu!!!
Baru mulai kesadaran penuh untuk menjaga penampilan, mempercantik diri saat masuk masa kuliah. Sedikit2 belajar mengurangi konsumsi karbohidrat, berteman dengan olahraga dan tidak ragu memangkas kebiasaan makan semua makanan yang mengandung lemak … Tapi ternyata itupun tidak bisa bertahan selamanya. Setelah menikah kebiasaan atau pola hidup mulai berubah lagi, kebetulan berpasangan dengan seorang pecinta masakan menu “terbaru”, jadi begitu dengan apalagi lihat ada menu baru yang kira2 cocok dimakan , tanpa ragu ayoooo serbuuuuu!!! Hahaha…
Tidak perlu menunggu lama setelah kira2 dua tahun menikah kami bersama-sama punya berat badan berlebih, itu dimulai saat anak pertama lahir. Memang belum seberapa dibanding setelah anak kedua lahir (4 tahun kemudian), tapi karna anggapan “tidak ada masalah kok dengan berat badan berlebih” itulah yang menambah nyaman dengan penampilan yang serba tidak beraturan, tidak berbentuk, dan serba gerak lambat …
IMG1287

Setelah sekian tahun hidup dengan pola tak beraturan dan gerak lambat itulah, lama kelamaan aku mulai jenuh. Begitu anak-anak mulai besar, rasa bosan dengan penampilan sendiri mulai ada, rasa kesal dengan gerak yang begitu lambat dan mudah lelah mulai membayangi. Yang lebih menakutkan rasa curiga siapa tau pasangan mulai tidak suka dengan penampilanku yang seperti ini … hiiiiiiii!!! Mulailah saat itu aku berpikir keras bagaimana mengatasi masalah berat badan berlebih ini.
Segala macam cara aku coba mulai konsumsi obat-obat pelangsing, jamu apapun yang penting judulnya menurunkan berat badan dengan cepat, coba juga cra-cara diet berdasarkan golongan darah, bahkan yang lebih parah tidah mngkonsumsi nasi atau karbohidrat lainnya sama sekali sampai satu bulan … hasilnya kolaps!!! Alias sakit yang aku dapat, huahaahaaha …. menyedihkan ya…
Ketidak berhasilan pola dietku ahirnya menyurutkan semangat untuk tampil langsing … ya sudahlah pikirku mungkin sudah “bawaan lahir gemuk”. Sangat susah untuk kembali langsing lagi pikirku, biarlah seperti ini saja yang penting aku tidak sakit. Terdengarlah kabar kalau ibu mertuaku yang punya kelebihan berat badan sudah super lebih yng sudah berlangsung lama terserang gejala stroke dan bermacam-macam penyakit lainnya yang tidak lain dikarenakan berat badannya yang berlebih itu. Menurut dokter jalan keluar untuk mengurangi bahkan menghilangkan penyakitnya itu dengan cara menurunkan berat badan.

Mulailah sedikit pikiranku terbuka kembali untuk mulai mengatur pola diet lagi. Awalnya hanya mengurangi asupan nasi atau karbohidrat lainnya, tapi tetap dalam satu hari 3 x makan dan sedikit sekali berolahraga. Terkadang tidak makan dirumah tapi jajan diluar bahkan seringnya diwaktu malam khususnya di hari libur menjadi satu rutinitas sendiri. Tentu saja lambat sekali untuk mencapai berat badan idal. Berbulan-bulan hanya bisa turun 1-2 kilo, nanti naik lagi kalau pola makan tidak dijaga.
Sampai akhirnya pertemuan dengan ibu mertua di bulan oktober 2013 lalu yang merubah segalanya …. hahahaha…
Ibu mertuaku berhasil menurunkan 9kg berat badannya dalam waktu kurang lebih 4 bulan …. Whattttt!!!!aku pikir ibu yang sudah setua itu saja bisa punya semangat hidup tinggi demi kesehatan dan penampilannya, kok aku yg masih umur kepala 3 kalah dengannya.
Ayo!!!! Semangat Yen, jangan mau kalah … langsing itu indah klo mendapatkannya dengan cara yang enjoy!!!! Sepakat….???
Aku coba ikuti cara ibu mertuaku, beliau bisa langsing dengan cara pakai produk makanan kesehatan dan harganya super mahalllll itu, wuahhhhhhh ….. tidak bertahan lama untukku cukup 1 minggu saja sudah syukur. Aku tidak cocok dengan rasa dan baunya yang menyengat …. dasarrr lidah ndeso!!!( kira2 gitu kali kata klo dikomentari Tukul). Mulailah aku dan suami riset sendiri, kebetulan suamiku ikut juga dalam program penurunan berat badan kali ini.
Bulan pertama yes, berhasil turun kurang lebih 3 kg …
Tidak puas … tambah ekstra yang lebih ekstrim lagi caranya …. dan bulan kedua YES!!! Angka yang mencengangkan turun drastis 9kg. Jadi dalam 2 bulan pola dietku aku berhasil menurunkan berat badan sebanyak 12kg.
AMAZING teman … luar biasa bahagianya… merasakan indahnya saat masih usia 20 an …

Ini penampilan terbaruku:
20131220_140729
20140115_080114(1)

Surat Zahra untuk Sahabat Karibnya

Kutemukan secarik kertas yang sudah dilipat-lipat dengan lipatan yang sama sekali tidak rapi dibawah kursi saat menyapu. Saat ku buka … o ternyata ada tulisan Zahra, aku baca bersama suamiku sambil geli menahan tawa kawatir Zahra dengar. Biasanya dia malu dan ngambek kalau ada yang menertawakannya.

Ternyata kertas itu berupa surat yang ditulis Zahra untuk sahabat karibnya yang sudah beberapa bulan berpisah karena pindah rumah. Namanya Dinda, memang kesehariannya mereka berdua tidak bisa terpisahkan … nempel terus seperti perangko biarpun mereka berbeda sekolah. Rupanya Zahra kangen banget dengan sahabatnya itu … sudah beberapa kali atur janji dengan Mama-nya Dinda untuk bertemu tapi selalu gagal karena ada saja acara dadakan.

Surat Zahra untuk Dinda:

 

Dinda

Dinda, aku seneng sama kamu

Kamu kalau mau sama aku inget aja foto aku ya

Satu pertanyaan lagi semoga kamu baik ya

O iya kamu pengen enggak ketemu adek aku

Adek aku pengen sama kamu dinda

aku juga pengen sama kamu Dinda

Kamu, Adek aku, yang terbaik Dinda

Aku pengen kamu kesini lagi …

 

 

 

Untuk Para Suami, “Do’a Untuk Istriku”

(Karya: Irwansyah, dimuat di Majalah Alia)

 

Seperti biasanya, suasana senyap langsung terasa begitu saya menginjakkan kaki di ruang tamu. Jam sepuluh malam, anak-anak dan isteri sudah berkelana di alam mimpi, terlelap diperaduan. kadang dengan setumpuk baju yang belum selesai disetrika, kadang dengan buku bacaan yang berserakan disekitar tempat tidur anak-anak. Wajah isteri saya terlihat sangat lelah. Besok pagi setelah subuh, ada jadwal mengisi kajian di masjid dekat kampus. Sorenya ada rapat di sebuah yayasan dan malamnya ada kajian lingkar studi Islam. Itu artinya, saya seharian berada diluar rumah dan pulang larut malam. Seperti malam ini …

Sejak awal pernikahan, isteri saya faham bahwa suaminya adalah seorang dai yang aktif berdakwah. Hampir setiap hari keluar rumah untuk menyampaikan pengajian, mengisi training atau mengikuti kegiatan dakwah lainnya. Tak jarang harus keluar kota beberapa hari. Dan sampai hari ini, Alhamdulillah semua berjalan dengan baik.

Saya sering berfikir, betapa besar jasa isteri saya. Semua kegiatan saya yang lancar-lancar saja selama ini, tidak terlepas dari dukungan dan pengorbanannya. Keadaan rumah yang baik-baik saja selama saya pergi, membuat hati saya terasa aman dan nyaman melakukan aktifitas diluar. Dan begitu pulang, suasana “beres” yang terlihat, membuat saya merasa lega. Tidak ada hal-hal yang membebani batin.

Tentunya juga suami-suami yang lain. Isteri-isteri mereka memiliki andil yang tidak kecil. Saya yakin, bahwa dibelakang setiap laki-laki sukses, hampir selalu ada seorang wanita yang mem-back up keberhasilannya. Seperti juga isteri yang tidak becus mengurus rumah, hanya akan menambah kejengkelan para suami dan membebani pikiran.

Para suami kemudian melampiaskannya diluar rumah karena tidak betah, karena rumah tidak cukup memberi ketenangan dan kenyamanan. Betapa banyak suami yang lebih suka menghabiskan malam-malamnya di perempuan jalan atau pos ronda. Ngobrol ngalor-ngidul tanpa manfaat yang berarti? Tak jarang berujung pada terbentuknya kelompok penjudi, pemabuk atau perbuatan haram lainnya.

Dengan alasan berbeda, sayapun termasuk banyak keluar rumah. Jadwal kesibukan saya yang padat, sering tidak memberikan waktu yang cukup bagi isteri saya beristirahat. Saya kuliah, bekerja, berdakwah dan menulis untuk majalah. Dan itu menyita sebagian besar waktu yang saya miliki.

Praktis, isteri saya mengambil alih hampir seluruh pekerjaan kerumahtanggaan. Memasak, mencuci, menemani anak-anak bermain dan belajar, mengecek hafalan mereka, melayani saya atau pekerjaan lain yang terus mengalir seolah tanpa henti.

Sementara saya belum mampu meringankan pekerjaannya. Secara fisik dengan menyediakan alat-alat bantu elektronik ataupun pembantu rumah tangga. karena saya bukan termasuk yang berpenghasilan besar. Atau secara psikis dengan selingan hiburan yang memadai. Hari Ahad-hari keluarga-pun sering keluar rumah karena ada acara penting yang datang mendadak. Hal yang kadang membuat saya merasa bahwa yang saya berikan kepadanya hanya setumpuk beban dan tanggung jawab.

Bayangkan, para isteri kita harus membereskan semua pekerjaan rumah yang melelahkan fisik, mengalokasikan uang belanja yang pas-pasan agar tidak kehabisan energi ditengah bulan, mengatur menu agar variatif meski terjangkau, mendidik anak-anak yang lebih sering menambah kerepotan daripada meringankan pekerjaan dan memberi perhatian dan melayani kita. Dengan jam kerja yang nyaris duapuluhempat jam. Mereka masih harus juga menjaga kebugaran tubuh dengan mencuri-curi waktu untuk beristirahat, menjaga kesabaran dan keseimabangan emosi melihat tingkah polah anak-anak yang kadang memancing kemarahan atau mengatur waktu ibadah dan merawat semangat spiritual mereka. Alangkah beratnya? Saya jadi tahu, dibalik kelembutan mereka, para isteri adalah manusia perkasa.

kita para suami, sering egois meminta hak. Apa yang kita cium haruslah wangi, yang kita lihat haruslah bersih rapi, yang kita dengar haruslah kemerduan, yang kita rasa adalah kelezatan dan tidurpun haruslah lelap. Sementara isteri-isteri kita adalah manusia biasa yang kadang khilaf dan lupa.

Adalah hal yang wajar jika beberapa hasil pekerjaan mereka tidak sempurna atau ada kekurangannya. Dan itu bukan alasan untuk mencari-cari kesalahan dan ketidaksempurnaan mereka. Ada fluktuasi iman dan ada saat-saat tertentu dimana para wanita terkena sindrom prahaid. meski tidak bisa memahami wanita secara sempurna, pengetahuan kita terhadap hal-hal semacam ini akan bisa membantu banyak. Paling tidak, kita menjadi tidak terlalu menuntut dan bisa menerima apa adanya, kemudian menghargainya.  Syukur kalau bisa membantu meringankan pekerjaan mereka., meski sekedar ucapan terimakasih, wajah cerah, sedikit pujian atau hadiah-hadiah kecil. Juga mendoakannya di setiap munajat kita agar Allah membantu mereka selalu mengikhlaskan niat dan tetap istiqamah. Percayalah itu sangat berarti.

Malam ini saya tertidur lelap, namun saya berjanji untuk memulainya besok. Bangun pagi dengan senyum mengembang dan mendekati isteri saya seraya berucap, “Terima Kasih isteriku, semoga Allah menerima Amal Ibadahmu.” Dan akan saya lihat semburat merah di wajahnya.

“Keluargaku”, karya Zahra

Keluargaku

Keluargaku terdiri dari 4 orang

Mereka adalah Ayah, Ibu, aku dan adikku

Kegemaranku adalah menulis

Adik gemar main  semua alat  musikku

Ibu gemar memasak

Ayah gemar main komputer

Kami suka melakukan kegemaran itu

Aku juga suka makan es krim

Adik suka makan wortel dan permen

Ibu dan Ayah suka makan nasi padang

Kami suka makan itu semua

Bukan hanya itu kami juga suka apa saja