Ku Tertegun ….

Minggu, 17 September 2006

Sungguh hari yang sangat melelahkan buatku dan Ayah, bagaimana tidak dari pagi sampai malam jadwal kami full. Tidak ada celah sebentar saja untuk menikmati hari libur bersama Ayah dengan bermanja-manjaan.

Di mulai dari pagi hari dengan kegiatan seputar computer ayah yang harus diformat dan di install ulang, terus kesibukan  Ayah dengan format PC Router CINET dan bla…bla…bla..

Sediakan secangkir teh dan 3 potong cake tape buatan mba’ jadi teman Ayah didepan computer. Sementara itu Zahra anakku yang sudah 2 hari kena diare hari ini akan merayakan Ul-Tahnya yang ke-2, yang sudah kami rencanakan sejak 1 minggu yang lalu.

 

Kami sudah terlanjur berjanji akan membawa dia ke Rumah Makan Palem di Jl. Baru.

Pasti dia sudah membayangkan betapa senangnya main disana nanti, bisa naik delman gratis, naik kuda, naik becak mini, main bersama teman-teman di arena main anak yang  disediakan oleh Rumah Makan belum lagi mendengarkan live musik yang pasti suara penyanyinya gak kalah ama di tv-tv.

Hari lahir Zahra sebenarnya 2 hari lagi tapi karena 2 hari lagi adalah hari kerja Ayah dan tidak bisa dipastikan Ayah akan pulang jam berapa nanti, maka perayaan Ul-Tah Zahra diundur hari ini.

Rencana santai berubah jadi terburu-buru sejak diterima kabar bahwa Router CINET yang sudah terpasang di gedung Alumni blm bisa connect ke Internet….

 

Wah masalah nih buat Ayah. Sementara hanya Ayah yang hari ini stand by di CINET dan sudah banyak clien yang menunggu diluar untuk connect ke Internet.

Ini sebuah tanggung jawab atas pekerjaan yang seharusnya bukan dilakukan oleh Ayah.

Tapi it’s OK, lagi-lagi ini adalah kebersamaan, yah walaupun sedikit klise, karena tanpa aku minta aku juga harus ikut-ikut berpanas-panas ria menemani Ayah dengan motornya ke Gedung Alumni, sementara kami harus mengorbankan Anakku yang berulang tahun bersama dengan mba’nya yang kami taruh di Rumah Makan Palem siang itu.

Masalah bukan Cuma sampai disini, ternyata disaat-saat kami yang harusnya asik bermanja dengan buah hati kami dihari ulang tahunnya ternyata harus mengalah dengan kedatangan tamu yang akan melihat CINET dari dekat.

It’s OK ini karena kebersamaan ato mengalah demi nama baik CINET?

Sementara jadwal senang-senang Zahra hari ini harus terhenti begitu mendengar tamu sudah sampai dirumah.

 

Aku begitu melihat sosok Ayah yang penuh tanggung jawab, aku tertegun … aku hanya berpikir inikah kebersamaan yang diidam-idamkan oleh Ayah? Kurasa tidak, setiap orang butuh pengakuan, setiap orang butuh penghargaan  dan seorang Ayah pasti butuh teman-teman disampingnya yang mau bekerjasama dengan fair. 

Belum lagi ditambah dengan sorenya satu orang klien minta dipasang segera dan ternyata mekanik kami gak datang pada waktu yang diharapkan. Jadilah aku dan Ayah menemui klien untuk segera memberikan solusinya.

Sudah selesaikah jadwal hari ini… oh  tentu belum. Masih ada ternyata, kami melaju perumahan Yasmin dan disana sampai jam 9 malam.

Aku tertegun kembali melihat sosok Ayah. Dengan penuh kehati-hatian ia jawab pertanyaan demi pertanyaan dari klien kami, cukup tegas, tidak berbelit-belit dan kadang diselingi obrolan lucu yang menarik interaksi antara klien kami dan Ayah menjadi hidup.

 

Dalam diam aku berpikir : inilah sosok Ayah sebenarnya, sosok yang penuh tanggung jawab, sosok yang bisa membuatku terhipnotis untuk melakukan apa yang dia ajarkan kepadaku, dan aku melalukannya karena memang aku ingin melakukannya, bukan ia paksa dan bukan karena aku terpaksa.

Sampai dirumah, Zahra menyambut kami dengan membukakan pintu rumah dengan senyum terbaiknya…. Bunda datang, Ayah datang …. Lega mendengarnya.

Disaat badan mulai cape’ anakku slalu memberi semangat dan inspirasi  untuk Ayah dan Bundanya. Tapi jadwal malam ini harus kami hentikan walaupun masih ada satu acara lagi yang pending yaitu mendatangi klien untuk memformat PC-nya. Saat itu sudah jam 10 malam, cukup malam untuk bertamu ke rumah orang dengan kondisi badan kami yang sudah mulai letih.

 

Sebelum tidur Zahra anakku, bercerita padaku tentang segala hal. Sementara Ayahnya, sudah mulai terlelap tidur dengan suara dengkuran menandakan bahwa ia sudah terlelap.

“Bunda, Jala mau berdo’a”, kata Zahra

 

“ Iya, berdo’a aja”, sahutku

 

“Ya Allah, Jala kangen deh ama Bunda”, kata Zahra.

 

Subhanallah, anakku rupanya hari ini merasakan bahwa sedikit sekali waktuku untuk dia.

Aku banyak meninggalkan dia hari ini. Mungkinkah dia merasa tersisih dengan kesibukanku menemani Ayahnya.

 

“Zahra, coba Zahra ikutin Bunda berdo’a, Ya Allah … berilah kami kesehatan, berilah Ayah kesehatan, Bunda Kesehatan dan Zahra juga. Agar kami bisa terus bersama-sama bermain lagi. Kasihilah Ayah dan Bunda ya Allah, seperti Ayah dan Bunda mengasihi Zahra ….” Zahra mengikuti setiap kata diucapanku.

Lalu ia berkata lagi “ Bunda, Rumah kita bagus ya? Rumah kita besar”

 

Ya Allah aku terkesiap mendengarnya, aku sebelumnya tidak pernah mengajarkan kata-kata ini kepada Zahra. Tahu dari mana dia?

 

Aku hanya terus berpikir inikah yang diinginkan Zahra, apabila hari libur tiba ia ingin Ayah dan Bundanya terus bersamanya dirumah ini? Dengan segala kebebasan yang bisa ia lakukan di rumah ini?

Thanks untukmu Ayah.

Kau adalah sumber inspirasi terbesarku. 

Satu pemikiran pada “Ku Tertegun ….

  1. 17 September 2006, this is my precious moment, it’s my wedding day…;)
    Zahra manies…kalo Zahra doa lagi, tolong doakan tante juga ya…semoga Alloh melimpahkan keberkahan untuk hidup kita semua.Aamiin.

    Tante Mia & Om Ami

    Bunda Zahra: Thanks ya tante Mia …. mudah-mudahan cepet dapet momongan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s