Memisahkan Uang Usaha dengan Uang Rumah Tangga

Dari beberapa diskusi di sebuah milist, aku dapetin info berharga nih, bagaimana caranya memisahkan uang usaha dari uang Rumah tangga.

Cocok lho buat para ibu-ibu yang bekerja dari rumah … kadang-kadang kita pusing saat harus melakukan perhitungan mana yang uang usaha dan mana uang bulanan. Yang ada semua uang jadi uang bulanan alias ludes kepake buat dapurrrrrrr!!!

Berikut cara-caranya:

1. Harus ada dukungan dari rekan bisnis terutama kalau ini bisnis keluarga
berarti suami adalah pengontrol terbesar dibisnis kita. Pastikan bahwa suami kita
juga mendukung niat kita untuk mengontrol keuangan bisnis. Dan yang harus diingat dalam memulai bisnis adalah mulailah untuk keras pada diri sendiri, bahwa kita harus berhemat, jangan mencampur adukkan antara keuangan bisnis kita dengan keuangan RT. Caranya: setiap pengeluaran sekecil apapun itu kalau memakai keuangan bisnis untuk keperluan RT cepat- cepatlah diganti. Yang lebih ekstrim lagi adalah kita langsung saja simpan keuntungan dari bisnis kita ditabungan dan jangan diganggu gugat lagi, atau kalau tidak mau repot ke bank simpan saja di celengan seperti yang dipakai anak-anak kita.
Lakukan itu setiap hari atau setiap minggu, sesuaikan dengan saat keuntungan kita
dapat. Setelah terkumpul satu bulan baru dimasukkan ke Rekening di Bank.

2. Punya 2 account untuk memisahkan dana Rumah Tangga dengan dana usaha, sehingga dana dari usaha yg satu tidak tercampur dengan dana untuk usaha yang lain. Dengan adanya rekening yg terpisah kita bisa melihat pertumbuhan usaha dari sisi perputaran dan pertumbuhan modalnya. Kita bisa tahu sudah berapa biaya yg keluar untuk usaha dan berapa yg sudah masuk, apakah masih minus atau sudah positif, kalaupun minus masih wajar atau tidak. Seberapa besar perputaran uang juga penting diketahui untuk melihat apakah usaha kita larinya “kencang” atau malah “mandek”…. Mandek bisa kita
lihat jika uang di rekening ndak nambah2 he he he, hal ini bisa dikarenakan ada
konsumen yg belum bayar atau stock menumpuk, jadi modal sdh keluar tapi tidak ada
uang masuk. Jika usaha ini merupakan sumber penghasilan utama diskusikan terlebih dahulu kira2 berapa besar porsi dari hasil usaha yg bisa digunakan sebagai tambahan pemasukan konsumsi RT, dan berapa besar yg akan di”putar” lagi untuk menambah modal –> untuk mengembangkan usaha. Jadi harus disiplin, jika sdh ditetapkan yg bisa digunakan untuk kebutuhan RTadalah 50% maka harus tepat 50 % saja yang masuk kas RT.

3. Cara yang paling ekstrim yaitu kita buat 4 rekening :
a. Rekening suami pribadi utk bulanan
b. Rekening istri pribadi utk bulanan
c. Rekening tabungan bersama
d. Rekening Usaha
Utk Rekening tabungan bersama suami yang pegang dan utk rekening usaha istri yg pegang, sedikit atau banyak uang keluar masuk yg menyangkut rekening tabungan bersama atau rekening usaha akan di catat kedalam pembukuan sederhana dgn Excel. Rekening tabungan bersama dan Usaha jangan pakai ATM dan setiap berkala laporkan hasil uang keluar masuk kepada istri atau sebaliknya.

Demikian rangkumannya … semoga bermanfaat ya!!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s