Aku Mencintaimu Karena Kau Sederhana …

Tahun demi tahun kulalui … baik dulu 7 tahun sebelum menikah dalam kebersamaan jarak jauh kita karena terpisah oleh sebentuk ikrar yang belum disahkan baik saat ini 5 tahun sudah setelah ikrar itu syah dimata hukum dan agama, tak ada yang berubah sampai kurenungi beberapa minggu ini…

Sejak pacaran dulu tak pernah aku dapatkan sebentuk bunga mawar indah dan segar, kado ulangtahun yang mewah atau hadiah-hadiah bernilai mahal lainnya disaat hari ulangtahunku. Tapi aku menikmatinya … aku menikmati segala bentuk perhatianmu berupa ucapan kasih sayangmu ditelpon, kata-kata indah dan mesra dalam surat-suratmu, puisi-puisi cinta lewat sms-mu dan setelah menikah perhatian itu tidak pernah luntur sampai hari ini, kecupan-kecupan kasih sayangmu, pelukan hangat disaat tidur kita, lambaian tangan tanda penyejuk hati saat kau berangkat kerja … ahh itu semua membuatku semakin tak ingin jauh darimu.

Terkadang terpikir dihati kalau saja dulu aku mendapatkan pasangan hidup yang kaya raya, harta berlimpah, dan segala bentuk fasilitas mewah bisa aku dapatkan darinya kapanpun aku mau … Mobil mewah yang bisa membawaku jalan-jalan kemanapun aku mau, rumah besar dengan halaman yang luas … dan masih banyak lagi yang ada dipikiranku.

Itu semua hanya angan-anganku dan ternyata semua itu belum aku dapatkan … kebalikannya, aku hidup dengan seorang pria yang sederhana, kami memang sudah mempunyai sebuah rumah mungil, kendaraan yang hanya mampu membawa aku dan putri tercinta kami saja, tabungan yang hanya cukup untuk berjaga-jaga apabila ada kebutuhan mendesak dan terpenuhinya kebutuhan sehari-hari yang kurasa jauh lebih cukup dari sekedar mampu.

Sementara aku … aku baru bisa berusaha untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan sekunderku saja. Penghasilanku hanya cukup untuk senang-senang aku dan anakku, itupun berkat ilmu-ilmu yang aku dapatkan dari sang suami dengan mengelola toko onlineku.

Sampai pada beberapa minggu ini, sang kekasihku berniat mengubah kebiasaannya … dia ingin membeli segala sesuatu perlengkapan pribadinya untuk mengganti yang lama yang sudah cukup usang. Wah … perubahan pikirku, ada apa????

Akupun terus berpikiran negatif … apakah ini masa puber suamiku kembali? Apakah suamiku tidak menyadari perasaanku yang merasa tersaingi?

Akhirnya pikiran-pikiran negatifku terusik dengan sebuah ucapan dihatiku … begitu picikkah aku ini???

Mengapa aku seperti ini??? Padahal kalau aku perhatikan sudah berapa lama suamiku tidak membeli baju-baju baru? sepatu baru? Ikat pinggang baru? kaca mata baru? bahkan tas kerja yang baru, tas ia pakai sehari-hari sudah sejak jaman kuliahnya dulu!!!

Aku terus berpikir … dan tanpa kusadari air mataku mengalir dan terus mengalir, aku sadar … yah aku sadar … aku mencintai suamiku karena kesederhanaannya. Aku begitu merindukan kesederhanaan itu. Aku merasa beruntung sekali mendapatkanmu, karena dengan hidup denganmu aku begitu mengerti apa arti sederhana yang sesungguhnya. “Segala sesuatu tidak boleh berlebih-lebihan” begitu kata-mu.

Ternyata aku malah sangat menginginkan kesederhanaanmu tetap seperti ini, aku tidak ingin semua ini hilang. Biarpun mimpi-mimpi itu terus kubangun untuk motivasi di hidupku, tapi kesederhanaanmu selalu aku syukuri.

Dalam diam aku terus berdo’a … berdo’a … semoga Sang pencipta tetap menjaga kehidupanku dan dirimu dalam Ridho-Nya. Semoga Sang Penguasa tetap menjaga hatiku … menjaga cintaku padamu agar tetap mencintaimu karena kesederhanaanmu.

Amin…

Teruntukmu Ayah: “I love U Suamiku, tetaplah menjadi pelita dihidupku … tetaplah menjadi segala inspirasi di hidupku … tetaplah berdampingan denganku disaat duka dan suka kita … Aku percaya Sang Maha Penguasa selalu bersama kita pabila kita selalu merasa dekat dengan-Nya”

2 pemikiran pada “Aku Mencintaimu Karena Kau Sederhana …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s