Zahra Sudah Daftar Sekolah

Hari Sabtu (16 Februari 2008) pagi-pagi sekali Zahra terpaksa harus dibangunkan dari subuh … karena menurut informasi pendaftaran sekolah harus antri berjam-jam dan harus dulu-duluan datengnya. Jadi deh berangkat daftar sekolah dari jam 6 pagi. Alhamdulillah perjuangan gak sia-sia Zahradapet nomor antrian 13 … berhasil dapet formulirnya … satu masalah selesai.

Calon sekolah Zahra sebenarnya gak terkenal-terkenal banget tapi peminatnya saat ini mulai banyak (bisa jadi juga karena pemenang PILDACIL ada disini). TK IT At-Taufiq … itulah pilihanku dan suami untuk calon sekolah Zahra, disamping ingin agar Zahra lebih mendalami ajaran Islam juga kami menginginkan pembentukan prilaku, tutur kata dan sopan-santun yang Islami selain ingin mengetahui bakatnya sejak dini. Karena pembentukan akhlak dan aqidah islam itu wajib sejak dini …

Yang aku baca dari kurikulum ajaran di TK ini bagus sekali … dan sudah pas dengan keinginan kami, klo dia dimasukkan di TK yang biasa-biasa saja apalagi TK umum … sayang rasanya. Aku lihat kemampuan Zahra lumayan lebih dibanding seumurannya … Zahra yang belum sekolah sudah mengenal huruf a – z baik huruf besar maupun kecil apapun model tulisannya, sudah mengenal angka bahkan sekarang sudah bisa membaca 2 suku kata berkat latihan setiap hari, kemampuan main komputernya dah banyak banget … sampai mewarnai dah bagus banget menurutku … rapi gak keluar garis. Doa’-do’a yang sering digunakan sehari-haripun dia sudah hafal … seperti mau makan, sesudah makan, mau tidur, doa’ untuk orang tua dan lain-lain, sudah mengenal huruf hijayah (belajar iqro’ sedikit-sedikit) …

Aku hanya berharap yang terbaik untuk anakku … bukan memaksanya, tapi mengajarkannya disiplin sejak dini. Mungkin dirasa keras … karena keharusan untuk sesuatu yang memang harus itu wajib, gak bisa ditawar lagi.

Apalagi aku banyak waktu dirumah … disela-sela kesibukan jualan onlineku, aku masih bisa kasih Zahra home schooling setiap harinya. kebetulan aku punya anak yang semangat belajarnya tinggi … aku bangga sekali. Aku gak perlu repot-repot ngerayu dia belajar … tapi Zahra duluan yang ngingetin aku kapan waktunya belajar. Memang Zahra belum bisa konsentrasi lama (sampai berjam-jam) tapi cukup 15 menit – 1/2 jam sudah cukup, itu diulang terus sampai malam menjelang tidur.

Dari informasi yang aku dapat dari pihak sekolah dan tetanggaku tentang calon sekolah Zahra, untuk SD-nya pendaftarannya aja mulai antri dari jam 2 pagi. Padahal formulir baru dibagikan jam 5 pagi … dari malam sudah banyak para orangtua yang terpaksa menginap di sekolah, itu untuk yang bukan dari alumni TK At-Taufiq. Kalau TK-nya dah disitu pendaftaran dah dikolektif sebelumnya jadi lebih mudah, gak pake antri-antri lagi. Itu juga sebabnya aku dan suami sepakat untuk menyekolahkan Zahra mulai TK di situ saja. Jadi nanti pas masuk SD sudah diprioritaskan.

Tanggal 27 – 29 Februari nanti Zahra test/observasi di calon TK-nya. Emmm … mudah-mudahan dede’ dikandunganku bisa bertahan sampe Zahra test masuk TK nanti. Kasian Zahra klo harus didampingi Ayahnya atau tetehnya (pembantu dirumah). Sementara itu hari kerja, Ayahnya agak berat klo harus ijin gak masuk kerja … sampe 3 hari lagi.

Tapi yang membuat aku agak tenang, Zahra tuh berani … dah berani sama orang biarpun belum dikenalnya. Klo ditanya-tanya orang dia langsung jawab dengan tegas, misalnya di pusat belanja, di toko buku atau diarena bermain anak. Waktu diajak tetehnya main kerumahnya, kata si teteh Zahra berani main-main bareng teman-teman seumurannya yang ada di situ. Jadi biarpun kalau akhirnya aku gak bisa dampingin Zahra nanti pas test masuk sekolah, Zahra bisa mandiri seperti biasanya …

Di rumah aku dah ngajarin dia untuk mandiri, bisa mengerjakan sesuatu sendiri khususnya untuk kebutuhan dia sendiri, seperti buka baju sendiri, pakai baju sendiri, mandi sendiri (waktu bilasnya masih dibantu takut gak bersih), makan sendiri, pipis sendiri, cuci tangan sebelum dan sesudah makan, beresin mainannya sendiri, mengambil sesuatu yang ia mau gak dibantu lagi, tidurpun sudah sendiri.

Itu semua aku lakukan agar dia gak selalu bergantung sama aku maupun tetehnya … aku gak mau klo dia mengangap teteh adalah pembantu yang harus membantu dia setiap dia butuh.

Semoga Zahra bisa lulus nanti di test masuk sekolahnya … aku dah janji sama Zahra klo dia lulus minta dibuatin nasi tumpeng kaya’ di ulang tahunnya tahun lalu. Karena foto zahra dan nasi tumpeng itu dipajang terus di meja komputer, tiap hari tu foto dipelototin terus … jadi dia keinget-inget terus. Klo dah janjiin sesuatu ke Zahra pasti ditagih terus … gak akan lupa dia … nagihnya gak tanggung-tanggung setiap hari!!!! mulai bangun tidur sampe malem mau tidur lagi, “kapan Zahra dibuatin nasi tumpeng, Bunda?” katanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s